Bu Hajjah Ibu Kost-ku

Universitas swasta yang terletak di Jalan DI Panjaitan – Jakarta Timur itu berada di antara jalan uatama, satu jalan sekunder, sebuah sungai yang kalau musim banjir pasti meluap, dan rumah-rumah penduduk yang padat. Dan di antara kepadatan rumah-rumah penduduk itu terdapat suatu kisah. Kisah ini terjalin antara mahasiswa yang kuliah universitas swasta tersebut dan pemilik kos-kosan.

Bangunan itu terdiri rumah petak sebanyak 5 pintu yang masing-masing petak terdiri atas 3 ruangan.

Di samping rumah petak tersebut menempel rumah utama yang merupakan tempat pemilik kos-kosan. Pemilik kos adalah Haji Imron. Biasa dipanggil oleh tetangga dan mahasiswa dengan sebutan Pak Haji. Tempat kos dan rumah utama ini di kelilingi oleh pagar besi setinggi 1,5 meter di bagian depan yang memiliki dua pintu masuk dan pagar tembok di tiga sisi lainnya setinggi 3 meter. Halamannnya dihampari oleh konblok dan dihiasi oleh berbagai tanaman, sehingga terlihat sangat rapi, asri, anggun, dan sejuk. Koskosan ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa. Di sinilah aku, mahasiswa di universitas swasta itu tinggal. Sudah 3 bulan aku tinggal di sini. aku berasal dari Jawa Tengah.

Haji Imron memiliki 3 orang anak. Satu laki, dan dua perempuan. Dua anaknya sudah berkeluarga, sedangkan satu lagi yang laki masih duduk di kleas 2 SMU. Yang paling menarik hatiku adalah Bu Haji. Walau usianya sudah 43 tahun penampilanya masih seperti umur 30-an. Bu Haji selalu ramah pada tetangga maupun mahasiswa yang ngekos di rumahnya. Bodynya bongsor, berkulit kuning langsat, dan selalu memakai kerudung. Bila ia keluar dengan mobil Innova-nya ia akan memakai kaca mata hitam sebagai hiasan. aku sering mencuri pandang mengamati Bu Haji. Pernah aku menggoda Bu Haji ketika hendak berangkat ke kampus dengan motor Honda nya sedangkan Bu Haji hendak keluar dengan Kijang Innova-nya.

“Wah, Bu Haji, gayanya seperti cewek di kampusku aja nih..,” kataku
“Iya dong. Biarpun sudah tua harus tetap jaga penampilan lho…harus semangat seperti anak muda,”balas Bu Haji sambil melemparkan senyumnya.
“Iya deh, Bu Haji. Saya setuju kok..,”ujarku. “Saya duluan ,Bu Haji,”seruku sambil melajukan motornya.

Setiap pulang malam, aku sering mengamati Bu Haji nongkrong sendirian di ruang tengah menonton televisi. Bahkan kadang sampai larut malam. Yang paling membuatku kagum sekaligus ngiler adalah ketika suatu sore ia bertamu sekaligus hendak membayar uang kontrakan bulanan. aku diterima oleh Bu Haji di ruang tengah yang sejuk dan asri itu. Bu Haji menemuinya dengan celana pendek yang ketat dan kemeja yang longgar. Bu Haji hanya senyum-senyum saja melihatku yang kikuk dan mataku yang kadang melirik ke pahanya. Di dalam rumahnya Bu Haji memang sering memakai celana pendek dan melepaskan kerudungnya.

Setelah keluar daru rumah Bu Haji dan sampai di kamarnya sendiri, aku membayangkan semua yang baru saja ku lihat. Paha putih yang gempal dan padat. Sangat mulus, pikirku. Dan aku yakin di balik kemeja longgar yang dipakai Bu Haji terdapat kulit yang putih-mulus dan buah dada yang besar. aku sering membayangkan bisa menggumuli tubuh Bu Haji yang bongsor dan putih mulus itu. aku juga sering membayangkan memek Bu Haji, pasti tebal dan empuk gumamnya dalam hati. aku lalu tersenyum masem karena tubunya termasuk agak kurus walaupun ia memiliki tinggi 173 cm. Kalau sudah begitu aku akan mengusap-usap kontolnya lalu melepaskan pusingnya di kamar mandi.

Pak Haji Imron termasuk tuan tanah. Ia memiliki beberapa kos dan sejumlah rumah yang dikontrakkan. Semua tersebar di wilayah Jabodetabek. Ia paling sering ke wilayah Depok. Selain mengunjungi anaknya dan rumah koskosan yang pengelolaannya diserahkan pada anaknya juga karena di sebelah koskosan itu terdapat kolam pancing yang yang cukup ramai dikunjungi. Kolam pancing itu juga dikelola oleh anaknya dan menantunya di samping beberapa pembantu. Hampir setiap hari Pak Haji Imron pergi ke Depok. Kalau sudah asyik memancing Pak Haji Imron bisa menginap sampai 3-4 hari.

Suatu sore aku berjalan ke samping rumah utama yang ditanami beberapa batang pohon jambu Taiwan. aku bermaksud mengambil beberapa buah jambu Taiwan. Pak Haji dan Bu Haji memang tidak melarang anak kosnya mengambil hasil tanaman yang ada di sekitar rumah itu. Karena kadang anak kos juga ikut membantu mengurusi tanaman tersebut. Saat itu beberapa pohon jambu sedang berbuah. Buahnya besar dan siap dipanen.

Pohon itu terletak di antara tembok pagar dan tembok dinding rumah utama. Ketika aku hendak melangkah ke rimbunan pohon jambu, aku melihat daun jendela yang menghadap ke pohon jambu itu terbuka. Itu merupakan kamar tidur Pak Haji dan Bu Haji. aku seketika ragu. Tetapi di benakkua adalah bahwa tadi pagi ia melihat Pak Haji dan Bu Haji keluar rumah memakai Suzuki Escudo. Dan ketika aku terbangun sore ini Suzuki Escudo belum ada di halaman. aku hendak membatalkan niatku karena takut jangan-jangan ketika ia tertidur tadi Pak Haji dan Bu Haji pulang dan Suzuki Escudo mungkin dipinjam seseorang atau salah satu anaknya. Setelah beberapa detik, aku memutuskan memeriksa perlahan. aku berjalan di atas teras keramik samping yang sempit. Dengan ujung mata mencoba meneliti kamar itu. Untunglah…,pikirku. Kamar itu kosong.
Lalu aku pun melanjutkan niatnya. Ia mengambil beberapa buah jambu. Ketika aku hendak berbalik, aku sangat kaget dan pucat. Karena pada saat yang sama aku melihat Bu Haji masuk ke dalam kamar. Bu Haji hanya memakai celana pendek yang sangat ketat. Dan di atasnya, seluruh kancing kemeja Bu Haji belum terpasang sehingga memperlihatkan perut dan pusarnya yang mulus dan putih dan juga BH nya yang membungkus dadanya yang besar. Bu Haji juga kaget dan hampir berteriak. Tetapi ketika menyadari bahwa orang yang ada di samping rumah adalah aku, ia hanya kaget sebentar saja. Tangannya bergerak mengatupkan kemejanya tanpa memasang kancingnya.

“Ah…kirain tadi siapa…Ibu kaget setengah mati,”seru Bu Haji dari dalam kamar. Ia melipat kedua tangan diperutnya sehingga kemejanya tidak terbuka.
“Maaf Bu Haji…maaf…Maaf Bu Haji…tadi saya kira Bu Haji pergi dengan Pak Haji…jadi saya berani ke sini,” aku berusaha menjelaskan. terlihat kikuk dan agak malu.
“Iya sudah…kirain siapa..,” kata Bu Haji. Ia tersenyum padaku.
“Maaf Bu Haji…,”kataku berjalan menunduk. “Permisi Bu Haji…,” kataku permisi dan melihat ke Bu Haji sebentar. Bu Haji mengangguk tersenyum. Ketika aku melihat Bu Haji sebentar, ia sempat melirik ke dada Bu Haji yang tidak begitu serius menutupi bagian dadanya.

Sesampai di kamarnya, aku malah tidak memperdulikan jambu yang baru saja diambilnya. Yang ada dalam pikirannya adalah pusar, perut, dan BH Bu Haji. aku terduduk di kasur. Memandang langit-langit kamar. Bayangan Bu Haji yang super seksi tadi memenuhi angannya. aku menggerakkan tanganku mengusap-usap kontolku yang seketika menegang keras. aku menghempaskan punggung ke kasur. Menarik tanganku dari selangkangan. aku merenung, jika tadi di belakang Bu Haji muncul Pak Haji, maka ia akan kena tegur.

Ketika aku berusaha menenangkan pikiran tiba-tiba handphone-ku berbunyi.
“Hallo..”jawabku. Tapi diseberang tidak ada jawaban. Panggilan itu terputus. aku mengamati nomor “Received Calls” pada handphonenya. Nomor yang tidak kukenal.aku meletakkan handphone itu. Tetapi ketika teringat dengan seorang cewek yang baru kukenal kemarin, aku meraih lagi handphone. Siapa tahu cewek itu, pikirku. aku memanggil nomor itu.
“Hallo…,”panggilku.
“Hallo…emang kamu gak kuliah..?”seketika aku heran. Ada riak senang dalam hatiku. Suara itu adalah suara Bu Haji.
“Eh, Bu Haji…eh..nggak Bu Haji…hari ini saya emang ga ada jadwal kuliah…,”ujarku dengan suara yang dibuatnya sedemikian rupa.
“Hhhmm, gimana jambunya? Enak ga?”tanya Bu Haji di seberang. Suaranya terdengar akrab dan manis di telingaku
“Ah, belum sempat Bu Haji…baru juga mau makan…dari bentuk dan warnanya kayaknya enak sih..,”kataku mencoba berakrab-akrab ria.
“Ntar kalau udah makan bilang ibu iya. Kalau enak Ibu juga mau ambil,”
“Iya Bu Haji…,”jawabku. Ketika aku merasa Bu Haji hendak menutup pembicaraan, aku buru-buru bertanya.”Ehh, hhmmm…maaf Bu, Pak Haji kemana? Tadi sepertinya saya lihat bareng Bu Haji keluar,”
“Tadi pagi emang keluar bareng Ibu tapi sebentar aja ke salon. Trus pulang. Sekarang bapak ke Depok….,” kata Bu Haji menjelaskan.
“Ohh..iya udah deh bu…maaf tadi ya Bu Haji…saya tidak tahu..,”ujarku.
“Hmmm-hhmm..,”Bu Haji tertawa kecil di seberang.”Nanti kalau udah dimakan jambunya jangan lupa sms bilang ibu ya. SMS aja enak apa nggak..!”
“Iya bu..”ujarku. Dan pembicaraan pun selesai.

Malamnya jam tujuh setelah makan, aku mengambil HP-nya. aku belum memakan jambunya, tetapi dalam hati aku akan mengatakan saja bahwa jambu itu enak.
“Malam Bu Haji…jambunya enak,”begitu isi smsku.
“Bener enak?”balas sms Bu Haji.
“Iya Bu. Bener enak”.
“Kamu lagi ngapain?”sms Bu Haji.
“Gak lagi ngapain Bu. Tiduran aja,”balasku sambil heran dgn isi sms Bu Haji.
“Emang ga keluar? Mahasiswa kan ngapelnya ga cuma malam minggu”balas Bu Haji lagi.
“Nggak Bu. Lagi pengen di rumah aja. Maaf, kalau Bu Haji sedang apa?”.
“Lagi sms an ama kamu..hehe..!”jawab sms Bu Haji. Isi sms ini membuatku senang setengah mati. Ia tersenyun-senyum dalam hati. aku agak bingung untuk membalas. aku tidak tahu hendak mengetik apa. Tiba-tiba sms Bu Haji masuk lagi.
“Tadi kamu lihat ibu ya..?”
aku hampir berteriak senang setengah mati membaca sms ini. aku membaca sms itu berulang-ulang. aku berpikir sejenak untuk membalas apa.
“Hhmm, iya bu. Maaf…saya tadi tidak sengaja..,”akhirnya hanya itu yang kutulis.
“Gak sengaja tapi dah lihat ya…?”sms Bu Haji. aku jadi makin semangat.
“Iya bu. Maaf…saya ga ingat lagi kok Bu…tapi…,”balasku. aku sengaja menggantung sms untuk membuat Bu Haji yang sering diidam-idamkanya jadi penasaran. Tetapi setelah menunggu 5 menit Bu Haji tidak lagi membalas. Ia pun ragu untuk mengirim sms lagi.

Ketika aku hendak meletakkan HP, Bu Haji menelepon. aku bersorak dalam hati.
“Hallo…,”sahutku dengan suara dibuat merdu.
“Tapi apa,?”tanya Bu Haji pelan. Suaranya agak sengau.
“Nnnggg…apa ya…? aku menyahut dengan canda.
“Apa..ayo apa..?”desak Bu Haji dengan nada seperti tertawa.
“Hhmm…tapi aku senang aja melihatnya…,”akhirnya aku memberanikan diri.
“Hhhmmm…kamu ini…kirain apa tadi…emang kamu lihat apa coba..?”tanya Bu Haji.
“Lihat sesuatu…nnggg…yang pengennya ga cuma dilihat…,” aku makin berani menggoda.
“Emang pengennya diapain..?”
“Susah dibilangin dengan kata-kata Bu…hehe…,” aku tertawa renyah.”Susah bilanginnya…tapi kalau tiba-tiba ada di sini…ah..gau taulah…,” aku dengan berani menggoda lebih jauh.
“Heheh….kamu…,”hanya itu ucapan Bu Haji.
“Ibu lagi di mana?” Tanyaku.
“Lagi di kamar, kenapa?”Tanya Bu Haji.
“Ga…nanya aja kok Bu..!”ujarku.
“Hhhmm..iya udah iya,”kata Bu Haji menutup pembicaraan.
“Iya Bu. Met malam..,” sahutku
“Iya..,”balas Bu Haji sambil menutup pembicaraan.

Dalam kamar aku tersenyum-senyum senang. Entah kenapa nafsu birahinya timbul. aku tiduran di kasur sambil senyum-senyum mengingat semua pembicaraan dengan Bu Haji. Lalu dua jam kemudian sms Bu Haji masuk lagi.
“Nonton MetroTV deh…acaranya bagus…,”demikian isi sms Bu Haji.
aku yang memang sedang nonton MetroTV di kamar langsung membalas dengan semangat.
“Iya. Ini juga lagi nonton MetroTV kok Bu. Bu Haji belum bobo..?”tanyaku dalam sms. Sengaja aku memilih kata “bobo” untuk membuat suasana jadi nyaman.
“Belum..kan masih jam 10…,”balas sms Bu Haji.
“Masih di kamar?” sengaja aku menanyakan ini.
“Iya…,”jawab Bu Haji
“Di tempat tidur..?” tanyaku
“Iya…,”jawab Bu Haji
“Hehe..sama dong…,”balasku genit. Tetapi Bu Haji tidak lagi membalas.

Sekitar jam 12 malam ketika aku dilanda kantuk. Bunyi sms masuk ke HP.
“Udah bobo..?” itu isi sms Bu Haji
“Belum…Bu Haji belum bobo..?” balasku
“Belum juga…masih nonton..,”
“Sama dong…”isi smsku. Kembai lagi Bu Haji tidak membalas. Tetapi entah kenapa aku mengurungkan niat tidur. Entah kenapa aku yakin Bu Haji akan sms lagi. Tetapi kali ini tidak lagi.

Sekitar jam setengah satu malam yang ada adalah “missed call” dari Bu Haji. aku menelepon balik. Tapi tidak telepon tidak diangkat.
“Belum tidur..?” aku coba kirim sms. Tetapi setelah menunggu sepuluh menit tidak ada jawaban, aku akhirnya meletakkan HP. Dan menghempaskan badan ke kasur. Sekitar jam 02.10 HPku berbunyi. Di seberang terdengar suara Bu Haji yang agak sengau dan manja.
“Lagi ngapain?” tanya Bu Haji.
aku menjawab dengan segenap keyakinan dan keberanian.
“Belum bisa tidur Bu. Gara-gara pemandangan tadi siang di kamar Bu Haji,” aku menahan nafas ketika berbicara. Ia pun membuat suaranya agak sengau dan lirih.
“Hhhmm…terus..?”sahut Bu Haji
“Iya jadi susah tidurnya nih…,” aku merengek. Lalu aku menyambung lagi. ”Bu…!”
“Apa..?” jawab Bu Haji
“Tapi jangan marah ya Bu…,”ujarku
“Gak kok..apa..?”tanya Bu Haji.
“Hhhhmm..boleh ga saya kesitu sekarang…?”tanyaku dengan suara dibuat merdu. Dada berdegup ketika mengucapkan kata-kata itu.
“Hhhmm kamu…,”hanya itu ucapan Bu Haji.”Udah iya..,”ucap Bu Haji.
Pembicaraan seketika terputus, aku terdiam. Tetapi hanya berselang dua menit bunyi sms masuk ke HP.

“Pintu samping terbuka…kutunggu..,”demikian isi sms Bu Haji.
aku langsung gembira. Badanku dipenuhi nafsu sex. aku merasakan kontolku semakin menegang saja. Dengan perlahan aku keluar kamar dan melintasi halaman menuju pinti samping. Ketika sampai di pintu samping dengan yakin aku mendorongnya. Pintu itu terbuka. Di dalam cahaya yang remang aku melihat bayangan Bu Haji dengan celana pendek dan baju tidur yang ketat. Bu Haji menarik tanganku dan menutup pintu.
Ketika Bu Haji membelakangiku sambil mengunci pintu, aku langsung memeluk Bu Haji dari belakang. aku menekan pantat Bu Haji dengan bagian kontolku yang tegang. Kedua tanganku melingkari pinggang Bu Haji. aku dengan liar mendaratkan ciuman di tengkuk Bu Haji. Bu Haji langsung berbalik. Ia melingkarkan tangannya di pinggangku dan dengan agresif menarik tubuhku ke tembok. Dalam hitungan detik bibirku sudah dilumat oleh Bu Haji. aku membalas dengan memutar dan memilin lidah. aku menarik lidah Bu Haji dengan lidahku. Bu Haji membalasku dengan pagutan dan lumatan yang bergelora. aku menarik tubuh Bu Haji sehingga kini aku yang bersandar di tembok ruangan belakang itu. Mereka saling menciumi dan menjilati dengan liar.

Mulut Bu Haji tak henti-henti mengeluarkan bunyi kecipak ketika mulutku menyedoti lidah dan bibir Bu Haji. Bu Haji makin dipenuhi nafsu birahi. Ia makin merapatkan tubuh ke dalam pelukanku. aku menariknya penuh nafsu dan meremasi pantat dan pinggul Bu Haji. Bu Haji melingkarkan satu tangnnya di leherku dan satunya lagi merababi leherku. Mulutnya tidak berhenti melumat lidah dan mulutku. Bu Haji menggeserkan badannya agak ke bawah. Ketika Bu Haji merasakan kontolku yang tegang telah berada di daerah selangkangannya, ia membuka paha sedikit lalu merapatkannya. aku membalas dengan menekan kontolku ke arah Bu Haji. Lalu Bu Haji menggesek-gesek kontolku dengan memeknya yang masih tertutup celana pendek. aku membalas dengan sodokan ke depan sambil meremasi pantat Bu Haji. Ciuman dan jilatanku makin penuh nafsu dan semakin liar. aku mengulum bibir Bu Haji. Lalu menarik bibir Bu Haji dengan sedotan mulutku. Ketika bibir Bu Haji terlepas, aku merangsek ke leher Bu Haji. Bu Haji menengadah sambil bagian selangkangannya tetap digesek-gesekkan ke selangkanganku. aku makin nafsu. aku menciumi bagian atas dada Bu Haji. Bu Haji makin menengadah…badannya dilengkungkan.
“Hhhmmmhhaahh…jangan bikin merah di situ yah..,”desah Bu Haji
“Mmmhhaahh…,” aku hanya mendesah penuh nafsu. aku membuka kancing depan baju tidur Bu Haji. Lalu membenamkan wajahku di dada Bu Haji yang besar. aku menggeser BH Bu Haji ke atas. Lalu tanganku meraih buah dada yang besar itu. lalu kuciumi dan menjilatinya.
“Mmmhhoohhh…,”desah Bu Haji. aku makin bernafsu mendengar desah penuh nafsu Bu Haji. aku menjilati puting susu Bu Haji lalu menyedotinya.
“Mmmhhhoohhh…hhhoohh…ooohhh…hhhooohhhh…,”begitu desahan penuh nafsu Bu Haji setiap kali aku menyedot puting susu Bu Haji dengan keras. Tubuh Bu Haji makin melengkung. Ia membusungkan dadanya, menekankan buah dadanya ke mulutku. Bu Haji melihati mulutku menjilati,menciumi, dan mengisap-isap buah dadanya. Bu Haji makin keras menggesekkan selangkangannya ke bagian kontolku. Tangan kirinya mendekap kepalaku untuk terus menciumi buah dadanya sementara tangan kanannya merabai dadaku dan memijat-mijat puting susuku yang kecil. Mulutku mengecupi puting susu Bu Haji, menyedotinya, lalu menarik-nariknya dengan mulutnya.
“Hhhmmhhoohh…hhoohhh…hhaaahhh…nngggoohh…,”hanya desah penuh nafsu itu yang keluar dari mulut Bu Haji.
“Mmhhhhh…ooooooh”bisk Bu Haji di telingaku. aku terus saja menyedot-nyedot susu Bu Haji. Pikiranku sudah dipenuhi nafsu sex.
“ooooohhhmmm…hhhmm…yuk…ke kamar aja…,”bisik Bu Haji.

aku mengendorkan pelukanku. Bu Haji menarik tubuhnya dari pelukanku. Ia bergerak ke saklar. Klik!!Lalu seluruh ruangan tengah yang menuju kamar Bu Haji yang terlihat dari luar kalau lampu menyala langsung gelap. aku kembali merangkuli tubuh Bu Haji dan menciumi bibirnya. Bu Haji membalas dengan tak kalah agresif. Bu Haji meciumi, memeluk, dan menarikku. aku mengikuti gerakan Bu Haji. Bu Haji dan aku tetap berpelukan dan berciuman ketika meraka melangkah ke kamar. Ketika akhirnya sampai di kamar, Bu Haji menarik tubuhku ke kasur. aku tertarik menindih tubuh Bu Haji. Kaki Bu Haji terbuka menjuntai di lantai sementara tubuhnya rebah di kasur. aku menunduk menggumulinya. aku menempatkan bagian kontolku di selangkangan Bu Haji yang terbuka. aku bisa merasakan empuknya memek Bu Haji yang masih terbungkus celana pendek ketat. Mulutku menciumi pusar Bu Haji sambil kedua tanganku menelanjangi tubuh bagian atas Bu Haji. Bu Haji tak kalah agresif membuka bajuku. Ciumanku makin liar. Mulutku bergerak ke pinggul Bu Haji. Kedua tanganku membuka celana ketat pendek Bu Haji. aku membukanya perlahan-lahan. Bibirku merangsek menciumi bagian celana dalam Bu Haji yang terlihat. Bu Haji hanya melihatiku. Ketika akhirnya celana pendek itu lepas, terlihatlah gundukan memek Bu Haji yang tebal terbungkus celana dalam putih.
“Mmhhhoooh..,”desahku sambil mengecup permukaan celana dalam itu pelan. Lalu ia berdiri membuka celananya. Ia berdiri telanjang bulat dengan kontol yang mengacung tegang. Bu Haji memandangi kontolku. aku berdiri mengocok kontolku sebentar lalu membungkuk membuka celana dalam Bu Haji. Kini tubuh bugil Bu Haji terpampang di depanku.

aku mendekatkan mulutku ke memek Bu Haji yang dipenuhi jembut lebat. “Nnnggghhooohh…,” aku mendesah ketika mengecup permukaan memek Bu Haji.
Bu Haji mengangkangkan pahanya lebar-lebar dan mengangkat pantatnya ketika mulutku menyentuh permukaan memeknya. lalu aku mendorong tubuh Bu Haji perlahan ke tengah tempat tidur. Di tengah tempat tidur itu Bu Haji telentang pasrah dengan paha terbuka. Ia melihatku mendatangi ke tengah tempat tidur dengan kontol yang teracung tegang. Ketika aku telah memasuki pahanya yang terbuka lebar,Bu Haji melihatku mengocok-ngocok kontolku. Lalu ketika aku mulai bergerak menindihnya, Bu Haji merasa darahnya mendesir. Ia makin melebarkan pahanya. Ia merangkul leherku. aku menindih tubuh Bu Haji dan mencium mulutnya. Bu Haji membalasnya dengan mengulum bibirku. aku mengerakkan pantat, dengan kontol yang tegang mencari memek Bu Haji. Akhirnya ujung kontolku merasakan permukaan memek Bu Haji yang basah. aku menekan-nekannya perlahan. Bu Haji membantuku dengan menggerakkan pinggulnya. aku merasakan ujung kontolku masuk sedikit di celah memek Bu Haji. Bu Haji merapatkan selangkangannya. Lalu aku menusukkan kontolku.
“Hhhooohh Bu Haji..,’desahnya seraya menusukkan kontolnya.
“Nnngghhhoohhh sayang…,”desah Bu Haji. Bu Haji merasakan kontolku yang melesak memasuki memeknya yang basah. Bu Haji menggerakkan pinggulnya menyambut kontolku yang menusuk lobang memeknya. Lalu seketika melingkarkan pahanya di pinggulku.

“Hhhooohhh sayang….besar sekali kontolmu…,”desah Bu Haji di telingaku. Desahan ini membuatku berkobar. aku menarik kontolku dan menusukkannya dengan cepat ke dalam lobang memek Bu Haji. “Hhhhhooohhh Bu Haji…hhoohhh…” aku mengerang penuh nafsu.
“Hhhoohh sayang..kocok terus…hhoohh..enak sekali sayang..hhoohh..,”Bu haji mendesah lirih sendu di telingaku.
“HHoohh…hhoohh….hhoo enak sekali..hhohh..hhoohh…Bu Haji sayang…hhoohhh…hhhoohhh…,” aku mengerang penuh nafsu. aku menggerakkan pantatku naik-turun. aku menggenjoti tubuh Bu Haji dengan cepat. Kontolku keluar masuk dengan cepat dan kuat dalam lobang memek Bu Haji. Bu Haji makin mengetatkan selangkangannya di pinggulku.
“Oooohhh sayang…genjot sayang…hhhoohh …entoti terus sayang…hhhooohhh…hhhoohhh..enak sekali tusukan kontolmu sayang…hhoohh…entotin yang lama say…ooohhh…sayang…oohhh…,”Bu Haji mendesah penuh nafsu. aku merasakan tubuhku dan tubuh Bu Haji hangat. aku melihat wajah Bu Haji yang redup penuh nafsu. aku melihat wajah Bu Haji bergerak-gerak mengikuti setiap tusukan kontolaku. aku merasakan nikmat yang luar biasa di ujung kontol ketika menusuki bagian dalam lobang memek Bu Haji. Bu Haji merasakan tusukan-tuskan dalam lobang memeknya begitu cepat. Ia melebarkan pahanya dan betisnya merangkul pinggulku.

Dengan matanya yang sayu Bu Haji melihat pantatku naik-turun memompa dan menggenjotinya. Seiring itu lobang memeknya merasakan nikmat yang penuh sensasi ditusuki kontol. ia menggerakkan tanggannya merangkul pinggangku. Berusaha menguasai dan memiliki tubuh yang sedang menggumuli dan menggagahinya.
“Hhhhoohhh sayang… entotin memekku say…ooohhh…terus say..hhhoohh..enak sekali sayang…oooohhh….,”Bu Haji makin gelap mata menahan nikmatnya senggama itu.
“Iya say…hhoohh..iya sayang…,”bisikku penuh birahi di telinga Bu Haji. aku makin merapatkan tubuhku yang penuh keringat ke tubuh Bu Haji.”Iya say..hhhoohh..iya say…enak sekali mengentotimu say…hhhoohh..,”erangku lirih. Bu Haji makin dipenuhi birahi nafsu. Dengan kedua tangan mencengkeram erat pinggangku ia menggerakkan pinggulnya makin liar menerima tusukan-tusukan kontolku dalam lobang memeknya.
“Hhhhggggg….nnggghhooohhh…nnnggghhhhoohhh…,”Bu Haji makin ketat menempelkan memenya ke pangakal kontolku.. aku merasakan tubuh Bu Haji makin hangat, dan mulai bergoyang liar tidak teratur. aku tahu Bu Haji sesaat lagi akan mengalami orgasme. aku memacu tusukan kontolku makin cepat. aku terus memompa dan menggenjot. Lalu aku merasakan pangkal paha Bu Haji makin melebar dan mendesak ke tubuhku. Tangan Bu Haji mencengkeram kuat pinngangku….
“Hhhhggggghhh…nnggghhhhooohh..…nnggghhhoohhh…oo oohhh…hhhggg..,” desahan sengau penuh nafsu Bu Haji tiba-tiba tertahan dan seketika aku merasakan lobang memek Bu Haji berdenyut-denyut cepat, dan seiring itu kontolku merasakan siraman mani yang hangat dalam lobang memek Bu Haji. “Hhhngghhoohhh..hhhoohhh…ooohh..nnggghhhooohhh…,”B u Haji tak henti-henti menjerit keenakan merasakan orgasmenya. aku memacu makin kuat dan.
“Hhhhnggghhhoohhh…hohohh..ohhhh..,” tak lama berselang akupun menghujamkan kotolku dalam-dalam dan kuat dalam memek Bu Haji. “Hhhaahh..hhhaaahhh…,”desahku memuncratkan maniku dalam memek Bu Haji. Kontolku menyemprotkan mani berkali kali. Kontolku mengangguk-angguk dalam memek Bu Haji. Bu Haji merasakan lobang memeknya dipenuhi mani yang hangat. Ia merem-melek menikmati kontolku yang berdenyut-denyut dalam lobang memeknya. Bu Haji terus merasakan gerakan pinggulnya yang belum berhenti bergerak otomatis karena orgsmenya. Ia meraih mulutku dan seperti kehausan langsung menciumin dan mengulumnya liar.aku membalas lumatan mulut Bu Haji. Mataku merem-melek menahan nikmatnya orgasme sambil tak berhenti mengulumi bibir Bu Haji.

Lalu akhirnya ciumanku mulai longgar seiring makain lemahnya denyutan yang kurasakan dalam alat senggama Bu Haji. Dan akhirnya gerakan itu berhenti. Bu Haji mendenguskan nafas sambil merentangkan kedua tangannya lebar ke kiri-kanan. Ia memalingkan wajah ke samping. aku melemaskan tubuhku di atas tubuh Bu Haji. Wajahku menelungkup di sisi leher Bu Haji. Ia mendesahkan nafas satu-satu.

Kurang lebih lima menit mereka diam membisu. Mereka masih merasakan suhu tubuh yang hangat.
“oooh…,” Bu Haji menggerakkan tangannya ke punggungku. Dan merabanya.
“Nggghhahh…,” aku menyahut lemah. aku bergulir turun dari atas tubuh Bu Haji. Bu Haji mengejarnya dan memeluknya. Mulutnya mengulum lembut bibirku.
“ kamu memang sering memimpikan hal ini kan..,”bisik Bu Haji.
“Iya…sangat sering…,”jawabku pelan sambil memadangi mata Bu Haji.
Aku tahu…,”kata Bu Haji. “Dari caramu memandangi aku, aku tahu kamu sering menginginkan ini. Aku juga..,”bisik Bu Haji lagi. Tangannya membelai-belai putingku yang mungil.
“Kok bisa..? Ibu cantik. Putih. Tubuh ibu juga bongsor dan seksi sekali. Sedangkan aku bisa dibilang agak kurus…,”kataku.
“Nnngghhhmmmmaahh…,”desah Bu Haji sambil mengulum lagi bibirku. aku membalasnya. “Justru karena badanmu ini yang bikin ibu penasaran. Karena orang yang punya badan kurusnya seperti kamu ini pasti memiliki nafsu yang besar. Dan ibu sering mebayangkan nafsumu seperti apa. Apalagi kamu sering memandangi ibu. Dan tadi nafsumu udah bikin ibu gelap mata..,”jelas Bu Haji. aku lalu mendesakkan badan ke tubuh bugil Bu Haji. Memeluknya erat. Menciumi lehernya. aku berbisik di telinga Bu Haji…,”Bu, aku tidur di sini yah…?”
“Iya sayang…,”jawab Bu Haji membalas merengkuh tubuhku.

Malam itu aku tidur di ranjang yang biasa jadi tempat tidur Bu Haji dan Pak Haji. Menjelang subuh mereka kembali menuntaskan nafsu syahwatku. Yang berlanjut hingga esok siangnya.

Sejak itu Bu Haji makin jarang mengikuti Pak Haji mengawasi rumah-rumah mereka. Ia lebih senang tinggal di rumah dan mengikuti dorongan nafsu seksnya. aku berkali-kali menggumuli tubuh Bu Haji mulai dari kamar mandi, ruang tengah, dapur, sampai kamar tidur. aku memperlakukan Bu Haji seperti pacarnya

tinggalkan email kalau ingin berkenala dengan saya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s